Wednesday, December 20, 2006
Beberapa Alasan Pria Selingkuh
Tidak mudah memancing pria untuk membuka rahasia, namun inilah alasan yang paling sering dikemukakan mereka.
Tidak Tahan Godaan
"Awalnya sudah mencoba untuk pura-pura tidak peduli kalau dia cari perhatian. Tapi lama-lama nggak tahan juga. Apalagi melihat wajah dan bodynya yang mirip Jesica Alba."
Perubahan Standar
"Saat mulai berpacaran saya suka banget sama fisik pacar yang bohay, meski ngomongnya suka nggak nyambung. Tapi lama kelamaan saya mulai membutuhkan seseorang yang bisa diajak bertukar pikiran. Faktor fisik menjadi nggak penting lagi."
Butuh Tantangan
"Rasanya adrenalin ikut naik waktu hampir ke gap pacar waktu lagi jalan sama gebetan. Dibutuhkan strategi dan kelihaian biar pacar nggak sampe tahuu kalau saya lagi selingkuh dan itu menyenangkan!"
Terlalu Posesif
"Sejak pacaran, saya sudah berasa seperti diawasin polwan. Kemana pun pergi harus lapor dan minta ijin, padahal kan saya perlu waktu buat hang outdengan teman-teman. Posesifnya benar-benar keterlaluan dan nggak bisa diprotes. Jadi lebih baik saya selingkuh aja biar nggak stress."
Dasarnya Tidak Setia
"Sebenarnya saya memang tidak pernah bisa terikat pada satu perempuan. Apalagi kalau perempuan itu mudah ditaklukkan, saya pasti akan langsung mengejar yang lain."
Bosan
"Empat tahun pacaran dengan pacar sekarang ini, membuat jenuh. Padahal hubungan kami selalu baik-baik saja. Sikapnya yang sangat penurut membuat saya bosan. Lain dengan selingkuhan saya yang penuh kejutan,saya merasa mendapatkan kesegaran baru."
Al Quran - Surat Thaahaa : 25 - 28
Fatwa para ulama bagi yg bepergian
Para ulama seperti Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin lantas menfatwakan adanya tiga syarat bagi seorang muslim untuk bisa bepergian ke negeri yang mayoritas penduduk dan sistem pemerintahannya tidak Islami alias kafir. Tujuan utama fatwa ini semata-mata untuk menjaga iman kaum muslimin. Syaratnya, kaum muslimin itu harus: (1) punya ilmu agama yang kuat untuk memelihara diri dari syubuhat (hal-hal yang meragukan), (2) punya agama yang kokoh supaya tidak terjatuh dalam syahawat (hawa nafsu), dan (3) benar-benar berkepentingan untuk pergi, misalnya untuk berobat, menuntut ilmu yang di negeri sendiri jarang dipelajari, misi diplomatik, dan misi dagang yang memerlukan kerjasama dengan negara tersebut.
Itu baru syarat untuk bepergian. Belum lagi syarat untuk bisa menetap di sana, yaitu (1) merasa aman dengan agamanya di mana kita tidak perlu memusuhi orang nonmuslim yang tidak memusuhi dan menyerang kita (QS Al-Mumtahanah (60): 8) tapi sekaligus tidak akrab dengannya (QS Al-Mujaadilah (58): 22), serta (2) mampu menegakkan dan menghidupkan syiar agama Islam, di mana kita bebas melakukan shalat fardhu, shalat Jum’at, menunaikan zakat, memakai jilbab bagi muslimah, dan sebagainya.
Dalam prakteknya, tidak sedikit di antara kaum muslimin tidak mengetahui atau kurang memahami fatwa ulama itu, apalagi mempraktekkannya.
"kata2 diatas di ambil dari sebuah website, semoga bermanfaat"Tuesday, December 19, 2006
Lihatlah kebenaran itu dari arah sebaliknya
Seorang teman sempat berkomentar,''Wah, kamu ternyata bisa menemukan indahnya Islam di negeri yang sedikit muslimnya. Lain di Indonesia, kita susah menemukan Islam padahal menurut statistik banyak muslimnya...''
Benarlah sebuah kata mutiara yang diungkapkan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin: ''Sesuatu itu menjadi jelas (benar atau salah, haq atau bathil) dengan mengetahui kebalikannya’’. Atau, bahasa sederhananya: "Kebenaran itu bisa dilihat dari arah sebaliknya.“
"kata2 diatas diambil dari sebuah website"
Membahagiakan dan Menyakiti
Saya juga sadar kok klo emang selama ini msh blom membahagiakan yayang saya secara lahir, tapi saya masih tetap berusaha agar tidak menyakiti hatinya/batinnya dia. Walaupun butuh sedikit kebohongan. Biar lah aku tanggung sendiri dosa2 atas keberbohonganku itu. :p
Thursday, September 14, 2006
SURAT DARI IBLIS
---------------------------------------------------------------------------
SURAT DARI SETAN UNTUK MU
Aku melihatmu kemarin, saat engkau memulai aktifitas harianmu.
Kau bangun tanpa sujud mengerjakan subuhmu
Bahkan kemudian, kau juga tidak mengucapkan "Bismillah" sebelum memulai santapanmu, juga tidak sempat mengerjakan shalat Isha sebelum berangkat ketempat tidurmu
Kau benar2 orang yang bersyukur, Aku menyukainya
Aku tak dapat mengungkapkan betapa senangnya aku melihatmu tidak merubah cara hidupmu.
Hai Bodoh, Kamu millikku.
Ingat, kau dan aku sudah bertahun-tahun bersama,
dan aku masih belum bisa benar2 mencintaimu .
Malah aku masih membencimu, karena aku benci Allah.
Aku hanya menggunakanmu untuk membalas dendamku kepada Allah.
Dia sudah mencampakkan aku dari surga, dan aku akan tetap memanfaatkanmu sepanjang masa untuk mebalaskannya
Kau lihat, ALLAH MENYAYANGIMU dan dia masih memiliki rencana-rencana untukmu dihari depan.
Tapi kau sudah menyerahkan hidupmu padaku,
dan aku akan membuat kehidupanmu seperti neraka.
Sehingga kita bisa bersama dua kali dan ini akan menyakiti hati ALLAH
Aku benar-benar berterimakasih padamu, karena aku sudah menunjukkan kepada NYA siapa yang menjadi pengatur dalam hidupmu dalam masa2 yang kita jalani
Kita nonton film porno bersama, memaki orang, mencuri, berbohong, munafik, makan sekenyang-kenyangya, guyon2an jorok, bergosip, manghakimi orang, menghujam orang dari belakang, tidak hormat pada orang tua ,
Tidak menghargai Masjid, berperilaku buruk.
TENTUNYA kau tak ingin meninggalkan ini begitu saja.
Ayolah, Hai Bodoh, kita terbakar bersama, selamanya.
Aku masih memiliki rencana2 hangat untuk kita.
Ini hanya merupakan surat penghargaanku untuk mu.
Aku ingin mengucapkan 'TERIMAKASIH' karena sudah mengizinkanku memanfaatkan hampir semua masa hidupmu.
Kamu memang sangat mudah dibodohi, aku menertawakanmu.
Saat kau tergoda berbuat dosa kamu menghadiahkan tawa.
Dosa sudah mulai mewarnai hidupmu.
Kamu sudah 20 tahun lebih tua, dan sekarang aku perlu darah muda.
Jadi, pergi dan lanjutkanlah mengajarkan orang-orang muda bagaimana berbuat dosa.
Yang perlu kau lakukan adalah mabuk-mabukan, berbohong, berjudi, bergosip, dan hiduplah se-egois mungkin.
Lakukan semua ini didepan anak-anak dan mereka akan menirunya.
Begitulah anak-anak .
Baiklah, aku persilahkan kau bergerak sekarang.
Aku akan kembali beberapa detik lagi untuk menggoda mu lagi.
Jika kau cukup cerdas, kau akan lari sembunyi, dan bertaubat atas dosa-dosamu.
Dan hidup untuk Allah dengan sisa umurmu yang tinggal sedikit.
Memperingati orang bukan tabiatku, tapi diusiamu sekarang dan tetap melakukan dosa, sepertinya memang agak aneh.
Jangan salah sangka, aku masih tetap membencimu.
Hanya saja kau harus menjadi orng tolol yang lebih baik dimata ALLAH.
Catatan : Jika kau benar2 menyayangiku , kau tak akan membagi surat ini dengan siapapun.
DOSA YANG LEBIH HEBAT DARI BERZINA
------------------------------------------------------------------
Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-huyung. Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam duka cita yang mencekam. Kerudungnya menangkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa rias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidakdapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya. Iamelangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s.
Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam "Silakan masuk". Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata, "Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya, Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya." "Apakah dosamu wahai wanita ayu?" tanya Nabi Musa as terkejut. "Saya takut mengatakannya." jawab wanita cantik. "Katakanlah jangan ragu-ragu!" desak Nabi Musa. Maka perempuan itupun terpatah bercerita, "Saya ......telah berzina." Kepala Nabi Musa terangkat, hatinya tersentak.
Perempuan itu meneruskan, "Dari perzinaan itu saya pun......lantas hamil. Setelah anak itu lahir, langsung saya....... cekik lehernya sampai......tewas", ucap wanita itu seraya menagis sejadi-jadinya. Nabi musaberapi-api matanya. Dengan muka berang ia menghardik," Perempuan bejad, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!"...teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik.
Perempuan berewajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk ke luar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau di bawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya. Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, "Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertobat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?" Nabi Musa terperanjat. "Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?" Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril.
"Betulkah ada dosa yang lebih besar dari pada perempuan yang nista itu?" "Ada !" jawab Jibril dengan tegas. "Dosa apakah itu?" tanya Musa kian penasaran. "Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina". Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut.
Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya. Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan
sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman didadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima kedatangannya.
Dikutip dari buku 30 kisah teladan - KH > Abdurrahman Arroisy)
Dalam hadist Nabi SAW disebutkan : Orang yang meninggalkan sholat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur'an, membunuh 70 nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka'bah.
Dalam hadist yang lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan sholat sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya, maka ia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub. Satu huqub adalah delapan puluh tahun. Satu tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan satu hari di akherat perbandingannya adalah seribu tahun di dunia. Demikianlah kisah Nabi Musa dan wanita pezina dan dua hadist Nabi, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban sholat dengan istiqomah.
Tolong sebarkan kepada saudara-saudara kita yang belum mengetahui.